Pengertian Deposito Yang Dapat Kita Pahami

pengertian deposito

Mengelola keuangan yang kita miliki saat ini memang memerlukan berbagai pertimbangan serta perencanaan yang matang. Selain mengalokasikan dana sesuai dengan kebutuhan saat ini serta perencanaan kedepannya, kita juga perlu menyiasati dana yang kita miliki dari inflasi yang selalu terjadi setiap tahunnya. Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah dengan menginvestasikan dana yang Anda miliki saat ini ke berbagai instrumen investasi yang dapat Anda pilih. Deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang populer dipilih karena beragam keuntungan yang ditawarkan dibandingkan dengan tabungan biasa. Keuntungan yang ditawarkan dari deposito adalah suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan tabungan, serta minimnya risiko yang harus dihadapi dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti investasi saham. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mendepositokan dana Anda, sebaiknya Anda mengetahui serta memahami terlebih dahulu segala informasi seputar deposito. Untuk itu, simak artikel ini lebih lanjut untuk menambah pengetahuan serta pemahaman Anda mengenai pengertian deposito.

Pengertian Deposito

Secara umum, deposito adalah produk simpanan yang ditawarkan bank, yang baik penyetoran maupun penarikan uangnya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu yang telah ditentukan. Jika Anda menarik uang dari deposito sebelum tanggalnya, maka bisa dikenakan denda penalti atau potongan yang harus Anda tanggung.

Untuk pembukaan awal, minimal deposito kisaran Rp.8 juta sampai dengan Rp.10 jutaan atau bisa dibawah itu tergantung dari kebijakan masing-masing bank

Manfaat Deposito

Dari Segi Bank

Dari segi bank, manfaat deposito sebagai salah satu bentuk usaha suatu bank dalam rangka menghimpun dana dari masyarakat atau juga badan hukum. Upaya tersebut ialah sebagai penambah modal untuk dapat menunjang suatu usaha perbankan, khususnya pada bidang peminjaman (credit) dengan bisa memberikan suatu rangsangan berupa suku bunga deposito.

Dari Segi Penyimpan Dana

Manfaat bagi penyimpan dana, deposito menawarkan suku bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan simpanan lain, selain dari itu dapat memperoleh suatu jaminan kredit serta juga dapat mengelola keuangan lebih terencana sesuai dengan kebutuhan dan juga jangka waktu deposito.

Dari Segi Perkembangan Ekonomi

Dana yang terhimpun oleh suatu bank tersebut dan disalurkan kembali dalam bentuk kredit, akan digunakan dengan secara maksimal dalam suatu rangka keperluan yang produktif, oleh karenanya secara otomatis akan dapat meningkatkan pendapatan nasional serta juga kesejahteraan masyarakat.

Jangka Waktu Deposito

Deposito memiliki berbagai pilihan jangka waktu simpanan yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Umumnya jangka waktu yang ditawarkan adalah mulai dari 1, 3, 6, 12 atau bahkan hingga 24 bulan. Dengan jangka waktu yang Anda pilih, uang yang Anda depositokan akan disimpan dan tidak dapat dicairkan hingga jangka waktu tersebut berakhir. Lalu, pada saat jatuh tempo atau jangka waktu tersebut selesai, Anda akan menerima keseluruhan uang yang telah Anda depositokan beserta bunga yang didapatkan berdasarkan ketetapan bank untuk deposito yang Anda pilih.

Lalu bagaimana jika Anda ingin melanjutkan deposito yang sudah jatuh tempo untuk jangka waktu yang berkelanjutan? Saat ini beberapa bank yang memiliki produk penyimpanan deposito memiliki sistem perpanjangan otomatis atau disebut Automatic Roll Over (ARO) yang dapat Anda pilih. Dengan sistem otomatis tersebut, ketika deposito Anda sudah jatuh tempo, maka uang yang Anda depositokan akan diperpanjang dengan jangka waktu berikutnya. Hal tersebut akan otomatis terus berlaku hingga Anda memutuskan untuk mencairkan deposito yang Anda miliki. Dengan begitu, uang yang Anda depositokan akan terus terakumulasi secara otomatis. Kemudahan inilah yang menjadikan deposito pilihan populer umumnya di kalangan investor pemula.

Jenis Deposito

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka yaitu deposito yang sangat umum dikenal masyarakat luas. Deposito berjangka adalah jenis tabungan berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu. Deposito berjangka diterbitkan bisa dengan atas nama perorangan maupun lembaga. Pihak bank akan memberikan bunga ke tabungan deposito kita. tingkat bunga yang ditawarkan oleh bank lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa. Namun deposito berjangka ini mengharuskan kita untuk menyimpan uang pada waktu tertentu. Uang yang disimpan hanya bisa diambil ketika jatuh tempo oleh pihak yang tertera pada bilyetnya.

2. Sertifikat Deposito

Pada dasarnya sertifikat deposito sama seperti jenis deposito berjangka yang memiliki jangka waktu tertentu. Namun, dalam deposito jenis ini, sertifikat deposito diterbitkan dalam bentuk sertifikat yang tidak mengacu pada perseorangan maupun lembaga tertentu. Sehingga Anda dapat memindahtangankan sertifikat deposito jenis ini kepada siapa pun. Dalam pencairan bunganya, pada deposito jenis ini dapat dilakukan di muka, setiap bulan, ataupun saat jatuh tempo.

3. Deposito On Call

Deposito on call yaitu tabungan berjangka dengan waktu penyimpanan yang relatif singkat, minimal 7 hari dan paling lama hanya kurang dari 1 bulan. Deposito ini dikhususkan dalam jumlah yang besar, mulai dari 50 juta Rupiah atau bahkan hingga 100 juta Rupiah tergantung ketetapan dari setiap bank. Karena setoran minimum yang tinggi serta jangka waktu yang singkat, besaran suku bunga yang didapatkan dapat dihitung berdasarkan negosiasi antara nasabah dengan bank.

Keuntungan Deposito

1. Memiliki Jangka waktu yang lebih fleksibel

Umumnya jangka waktu yang ditawarkan adalah mulai dari 1, 3, 6, 12 atau bahkan hingga 24 bulan. Dari jangka waktu ini Anda dapat memilih jagka waktu sesuai kebutuhan Anda.

2. Tabungan relatif aman karena dijamin LPS

Dana pada deposito telah dijamin oleh Negara melalui badan keuangannya yang disebut LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Hal ini bermaksud agar memberi rasa aman kepada masyarakat. Negara pun menjamin setiap simpanan nasabah bank sebanyak 2 miliar dengan tingkat suku bunga tertinggi 7,5 persen. Dari sini dapat dilihat bahwa uang kita akan aman di bank.

3. Memiliki risiko rendah dan bunga yang menarik

Risiko deposito juga terbilang rendah, salah satu pilihan dan pertimbangan kita untuk berinvestasi adalah perhatikan dan pertimbangkan risikonya. Risiko dimungkinkan apabila terjadi gejolak politik atau negara mengalami krisis yang sangat ekstrim. Nilai deposito juga relatif stabil dan bisa dikatakan sedikit sekali terpengaruh dengan gejolak pasar modal dan pasar uang. Bisa dikatakan deposito adalah produk investasi dengan risiko paling rendah.

4. Cara investasi yang paling mudah

Tidak peduli jenis deposito apapun yang kita ambil sebagai media penyimpanan uang kita, menyimpan uang dalam bentuk deposito dapat menjanjikan kita pendapatan rutin dalam jumlah yang pasti, mengingat suku bunga dan nilai anuitas deposito yang cenderung tetap. Hanya dengan membayar sejumlah uang, lalu kita mendapat pendapatan rutin dari uang yang kita simpan. Hal inilah yang menjadi daya tarik penyimpanan uang dalam bentuk deposito

5. Dapat dijadikan sebagai jaminan kredit

Apabila kamu memiliki kebutuhan yang mengharuskan untuk kamu mengajukan pinjaman, kamu dapat memanfaatkan deposito yang kamu miliki sebagai jaminan dari pinjaman tersebut.

6. Suku Bunga

Suku bunga yang ditawarkan oleh deposito juga cukup kompetitif dibandingkan dengan produk tabungan. Perbandingan suku bunga deposito dengan suku bunga tabungan ini cukup jauh hampir 3 kali lipat. Ini juga alasan mengapa orang lebih memilih deposito berjangka sebagai instrumen investasinya dibandingkan produk tabungan.

Kelemahan Deposito

1. Hasil imbal yang rendah

Deposito memang dikatakan sebagai bentuk instrumen investasi yang paling aman. Namun sebagai gantinya, hasil imbal yang mungkin diberikan dari deposito lebih rendah atau bisa dikatakan paling rendah dari semua bentuk investasi baik saham maupun obligasi.

2. Deposito lemah terhadap inflasi

Jika terjadi inflasi yang sangat tinggi, maka setinggi apapun nilai bunga yang diberikan tak akan ada artinya. Sebagai contoh Indonesia pernah dilanda inflasi pada tahun 2013 dengan angka yang mencapai 5,9% sementara rata-rata dari suku bunga pada saat deposito adalah 3,5% hingga 5,5%. Hanya saja jumlah tersebut belum termasuk dalam potongan pajak senilai 20% dari bunga untuk nilai deposito diatas 7,5%.

Dengan begitu nilai bunga tak akan memiliki pengaruh apapun untuk nilai pokok Anda dan tidak akan menambah keuntungan apapun.

3. Nilai investasi yang tidak akan bertambah

Perlu diketahui jika tidak akan ada cara apapun untuk bisa meningkatkan nilai dari investasi khususnya deposito. Hal ini disebabkan karena tidak adanya kesempatan untuk nasabah terlibat langsung dalam pengelolaan dana itu.

Perhitungan Bunga Deposito

Saat akan membuka rekening deposito sebagian orang tentu memiliki bayangan berapa keuntungan yang akan diterima karenanya ini cara mudah menghitung berapa keuntungan yang dapat kamu terima dari deposito.

Keuntungan bunga deposito = Suku bunga deposito x nominal uang yang ditanamkan x hari/365
Pajak deposito = Tarif pajak x bunga deposito
Pengembalian deposito = Nominal Investasi + (bunga deposito – pajak)

Hal Yang Harus Diperhatikan

  • Pastikan Anda menerima bilyet/surat berharga (Deposito Berjangka atau Sertifikat Deposito).
  • Pada saat jatuh tempo, Anda berhak menerima pokok dan bunga deposito sesuai bunga yang berlaku setelah dipotong pajak.
  • Pada saat pencairan deposito, Anda berkewajiban untuk menandatangani formulir pencairan.
  • Perhatikan tingkat suku bunga deposito yang berlaku dan pastikan telah sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

(AK-2102)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *