Struktur Modal Perusahaan

struktur modal perusahaanDalam pendirian sebuah perusahaan atau memulai sebuah usaha tentu akan membutuhkan modal. Modal dapat berupa uang tunai, hutang maupun barang yang akan digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Selain itu modal juga dapat terdiri dari modal sendiri ataupun dari investor/modal asing. Perbandingan antara modal sendiri dengan modal asing/investor tersebut disebut juga dengan struktur modal. Memahami struktur modal perusahaan sangat penting bagi perusahaan karena hal tersebut dapat menjadi salah satu indikator kesehatan perusahaan. Untuk mengetahui struktur modal lebih jauh, simak penjelasan pada artikel berikut.

Pengertian Struktur Modal

Pengertian struktur  modal secara umum adalah perbandingan modal yang dimiliki perusahaan antara modal sendiri dengan modal asing. Yang dimaksud modal sendiri dalam hal ini adalah modal yang disetor pemilik perusahaan dan laba ditahan dari hasil usaha,sementara modal asing adalah modal berupa pinjaman atau hutang baik jangka panjang maupun jangka pendek. Jika laba ditahan perusahaan lebih kecil dibandingkan hutang perusahaan, hal tersebut menunjukan kondisi yang kurang baik  bagi perusahaan dan dapat membuat perusahaan mengalami kerugian yang serius.

Berikut adalah adalah beberapa pengertian struktur modal menurut para ahli:

  1. Struktur modal menggambarkan pembiayaan suatu perusahaan yang terdiri dari hutang jangka panjang dan modal sendiri. (Farah Margaretha; 2004)
  2. Struktur modal merupakan kombinasi antara sumber dana jangka panjang yang digunakan perusahaan. (J Keowm dkk; 2000)
  3. Struktur modal adalah kombinasi atas hutang dan ekuitas yang digunakan dalam membiayai proyek perusahaan. (Frank J Fabozzi dan Pamela Peterson; 2000)
  4. Struktur modal merupakan pembiayaan permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, modal pemegang saham dan saham preferen. (J. Fred Weston dan Thomas E Copeland; 1996)

Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi struktur modal perusahaan:

  • Struktur Aset

Struktur aset merupakan besaran alokasi antara aktiva tetap dan aktiva lancar. Pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal dapat dilihat dari kebiasaan perusahaan, pada perusahaan industri biasanya sebagian besar modalnya berbentuk aktiva tetap dan pemenuhan modalnya terdiri dari modal permanen atau modal sendiri sementara hutang hanya bersifat pelengkap. Semakin besar aktiva lancar maka perusahaan cenderung mengutamakan pemenuhan kebutuhan dana dari hutang.

  • Kesempatan Berkembang

Setiap perusahaan cenderung akan berusaha melakukan pengembangan, pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan investasi. Semakin besar kesempatan berkembangnya suatu perusahaan makan akan menarik perhatian para investor untuk berinvestasi/menanamkan modal pada perusahaan tersebut.

  • Ukuran Perusahaan

Besarnya perusahaan juga akan mempengaruhi minat investor untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut. Investor akan cenderung lebih memilih bernvestasi pada perusahaan besar dibandingkan dengan perusahaan kecil karena kemungkinan kebangkrutan perusahaan kecil lebih besar dibandingkan dengan perusahaan besar.

  • Keuntungan

Besarnya keuntungan dari hasil investasi juga menjadi pertimbangan penting bagi para investor. Semakin besar kemungkinan keuntungan yang diterima maka akan semakin menarik minat para investor untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut.

  • Risiko Bisnis

Ada beberapa perusahaan yang menjalankan usahanya dengan risiko tinggi. Risiko disini dapat berupa bidang usahanya yang berisiko maupun karena kebijakkan perusahaan yang menyebabkan risiko. Contohnya perusahan yang berhubungan dengan perpajakan tetapi keuangannya tidak sehat dan tidak rutin membayar pajak maka akan ada risiko terkena audit atau bermasalah dengan perpajakkan. Investor akan cenderung memilih perusahaan yang jauh dari risiko tersebut untuk melakukan investasi.

Teori Struktur Modal

Ada beberapa teori yang berhubungan dengan struktur modal di antaranya sebagai berikut:

  1. Teori Pendekatan Tradisional

Pada teori ini struktur modal diasumsikan secara optimal dengan peningkatan nilai total melalui penggunaan financial leverage (Hutang dibagi dengan modal sendiri).

  1. Teori Pendekatan Modligani dan Miller

Dalam pendekatan ini berpendapat bahwa struktur modal tidak mempengaruhi perusahaan, pada teori ini terpecah lagi menjadi yaitu:

    • Teori MM Tanpa Pajak
    • Teori MM dengan Pajak
  1. Teori Trade Off

Perusahaan akan berhutang hingga pada tingkat utang tertentu, di mana penghematan pajak (tax shields) dari tambahan utang sama dengan biaya kesulitan keuangan (financial distress)”

  1. Teori Pecking Order

Perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang lebih tinggi justru mempunyai tingkat utang yang lebih kecil.

  1. Teori Asimetri dan Signaling

Dalam pihak pihak yang berkaitan dengan perusahaan tidak mempunyai informasi yang sama mengenai prospek dan risiko perusahaan.

  1. Teori Keagenan

Struktur modal disusun untuk mengurangi konflik antar berbagai kelompok kepentingan

  1. Pendekatan laba Operasi Bersih

Pendekatan ini melihat biaya modal rata-rata berimbang dan bersifat konstan berapapun tingkat utang yang digunakan oleh perusahaan

Demikian artikel mengenai struktur modal perusahaan. Untuk membantu Anda dalam pencatatan saldo modal dan perkiraan lain serta transaksi penjurnalan, Krishand Software menyediakan program Krishand General Ledger. Dengan program Krishand General Ledger Anda dapat melakukan pengelolaan saldo awal perkiraan, penjurnalan saldo akhir hingga laporan keuangan. Jika Anda tertarik dan ingin tahu lebih jauh mengenai Krishand General Ledger Anda dapat mengunjungi website kami dengan cara klik Krishand Software. Semoga Bermanfaat.

JP2206

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *