Rasio Profitabilitas

(Profitability Ratio)

Setelah sebelumnya kita sudah bahas rasio likuiditas pada artikel kali ini kita akan bahas mengenai Rasio Profitabilitas. Rasio Profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan untuk perusahaan. Rasio profitabilitas dianggap memiliki peranan yang penting bagi kelangsungan perusahaan, karena dari laporan rasio profitabilitas kita bisa mengukur keuntungan perusahaan. Rasio Profitabilitas yang sering digunakan dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

  1. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Membandingkan Laba Kotor dengan Penjualan. Gross profit margin mengukur efisiensi perhitungan harga pokok atau biaya produksi. Semakin besar gross profit margin semakin baik (efisien) kegiatan operasional perusahaan yang menunjukkan harga pokok penjualan lebih rendah daripada penjualan (sales) yang berguna untuk audit operasional. Jika sebaliknya, maka perusahaan kurang baik dalam melakukan kegiatan operasional. Gross Profit Margin dapat di hitung dengan Rumus:

Contoh:

Pada Tahun 2019 PT ABC memiliki Laba kotor senilai : Rp. 150.000.000,- dan Total Penjualan Perusahaan: Rp. 145.000.000,- Maka untuk Gross Profit Marginnya adalah:

Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Digunakan untuk mengukur persentase atau rasio laba bersih setelah dikurangi bunga dan pajak yang dihasilkan dari seluruh penjualan. Semakin tinggi rasionya berarti semakin baik perusahaan dalam menghasilkan laba. Rumus Perhitungannya sebagai berikut:

Contoh:

PT ABC Memiliki Laba Senilai Rp. 150.000.000 dengan bunga dan pajak senlai 10.000.000 dan total penjualan 145.000.000, Maka Net Profit Margin PT ABC adalah:

  1. Return On Assets (ROA)

Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva atau asset yang dimilikinya. Laba yang dihitung adalah laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT (Earning Before Interest and Tax). Return On Assets berfungsi untuk menilai persentase keuntungan (laba) yang diperoleh perusahaan terkait sumber daya atau total asset sehingga efisiensi suatu perusahaan dalam mengelola asetnya bisa terlihat dari persentase rasio ini.  Rumus Rasio Pengembalian Aset sebagai berikut

Contoh:

PT ABC Memiliki Laba Senilai Rp. 10.000.000 dan total Asset 50.000.000, Maka Net Profit Margin PT ABC adalah:

  1. Return On Investment (ROI)

Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap investasi yang telah dikeluarkan. Laba yang digunakan adalah laba yang telah dikurangi pajak atau EAT ( Earning After Tax )

Contoh:

PT ABC Memiliki Laba Senilai Rp. 150.000.000 dan total Asset 50.000.000, Maka Net Profit Margin PT ABC adalah:

https://dosenakuntansi.com/jenis-rasio-profitabilitas

 

Please follow and like us:
error