Pentingnya Mengetahui Rasio Keuangan

Dalam menentukan kebijakan atau keputusan dalam sebuah bisnis, peran Rasio Keuangan sangatlah penting bagi manajemen perusahaan. Dari rasio keuangan, pemimpin ataupun pihak terkait dapat mengetahui dan menganalisa serta mengukur kinerja suatu perusahaan. Dengan bersumber dari data laporan keuangan perusahaan, rasio keuangan menjadi alat ukur yang cukup baik untuk dijadikan patokan dalam menentukan kebijakan/planning  yang akan diambil untuk kemajuan perusahaan.

Sesuai dengan kebutuhan rasio keuangan dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya: Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas, dan Rasio Aktvitas serta ada juga yang menambahkan Rasio Investasi. Untuk kali ini kami akan membahas tentang apa itu rasio likuiditas, jenisnya dan cara perhitungannya.

Rasio Likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar atau melunasi hutang/kewajiiban jangka pendek. Rasio Likuiditas dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Rasio Lancar (Current Ratio) digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek menggunakan aktiva lancar. Dari pengertian tersebut current ratio dapat dibuatkan rumus sebagai berikut:

Semakin besar hasil perhitungan current Ratio (diatas 100%) maka semakin baik, karena dari hasil tersebut menunjukan bahwa dari Aktiva Lancar mampu menutup kewajiban tersebut. Apabila hasilnya kurang dari 100% maka perusahaan dianggap dalam kondisi yang kurang baik.

Agar lebih jelas kita kita ilustrasikan ke dalam contoh :

a. Pada Tahun 2018 total aktiva lancar Rp. 48.000.000,- dan total kewajiban lancar Rp. 50.000.000,-

b. Pada Tahun 2019 total aktiva lancar Rp. 65.000.000,- dan total kewajiban lancar Rp. 40.000.000,-

Penerapan kedalam rumus:

a. Current Ratio:

Dari ilustrasi (a) diatas Current Ratio kondisi perusahaan kurang bagus karena Aktiva Lancar perusahaan belum mampu menutup besarnya kewajiban ketika diperlukan.

b. Current Ratio:

Dari ilustrasi (b) diatas Current Rasio kondisi perusahaan cukup bagus karena Aktiva Lancar perusahaan  mampu menutup besarnya kewajiban ketika diperlukan.

2. Rasio Cepat (Quick Ratio) digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban dengan aktiva lancar tanpa memasukan nilai persediaannya. Pada Quick Ratio Persediaan barang dagang tidak dimasukkan karena persediaan merupakan bagian dari aktiva lancar yang tingkat likuiditasnya paling kecil. Sehingga quick ratio lebih berfokus kepada komponen aktiva lancar yang lebih likuid seperti kas, piutang jangka pendek dll.

Jika terdapat pebedaan yang signfikan antara current ratio dan quick ratio, dimana current ratio tinggi sementara quick ratio menurun maka hal ini menunjukkan terjadi investasi yang cukup besar pada persediaan.

Rumus Quick Ratio

Quick Ratio akan menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid untuk menutup kewajiban. Tidak seperti current ratio dimana ketika hasil perhitungan kurang dari 100% dikatakan kondisi perusahaan kurang baik, pada quick ratio meskipun hasil perhitungan tidak mencapai 100% selama hasil perhitungannya mendekati 100% atau lebih maka perusahaan dianggap dalam kondisi baik.

3. Rasio Kas (Cash Ratio) digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menutup kewajiban dengan menggunakan kas dan setara kas (bank). Dalam Cash Ratio membandingkan antara kas ditambahkan dengan setara kas dengan kewajiban lancar/jangka pendek. Hampir sama dengan quick ratio hasil perhitungan cash ratio tidak harus mencapai 100%  selama hasilnya mendekati atau lebih maka perusahaan dianggap dalam kondisi yang baik.

Rumus Cash Ratio:

Untuk membantu anda dalam membuat laporan keuangan dibutuhkan program yang menyediakan fitur tersebut. Contoh program yang menyediakan fitur dan cara penyettingan rasio keuangan adalah Software Akuntansi oleh Krishand Software. (JP-1912)

Referensi

 

Please follow and like us:
error